Trenggalek, (tabloidpilarpost.com) – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, memimpin pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Bendungan, Jumat (28/11/2025).
Dalam apel yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Bendungan itu, Wabup Syah menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana atau “siap untuk selamat” sebagai langkah antisipatif di wilayah rawan bencana.
Mas Syah mengungkapkan bahwa secara geografis, Kabupaten Trenggalek memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam. Berdasarkan data BMKG, wilayah ini berpotensi mengalami gempa bumi, tanah longsor, banjir hingga bencana hidrometeorologi lainnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kawasan selatan Jawa berpotensi terdampak gempa besar akibat pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia (Megathrust). Gempa tersebut, menurutnya, dapat mencapai magnitudo 8,7 SR dan berpotensi berdampak pada wilayah Bendungan yang didominasi daerah pegunungan.
“Pertanyaannya, apakah kita sudah siap menghadapi ancaman gempa bumi dan tanah longsor? Padahal kedua bencana ini sulit diprediksi,” ujar Wabup Syah.
Karena itu, ia menilai pentingnya pengetahuan masyarakat tentang cara evakuasi mandiri dari titik rawan menuju zona aman. Program KSB menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas KSB, warga dibekali pengetahuan seputar tanda-tanda awal tanah longsor, mitigasi saat hujan deras, serta pentingnya pemetaan daerah rawan longsor yang harus diperbarui secara berkala.
“Rute evakuasi harus jelas dan mudah diakses oleh semua warga,” tegasnya.
Tak hanya itu, Mas Syah menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi seperti pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi nonpemerintah, hingga relawan kebencanaan. Menurutnya, koordinasi yang kuat akan sangat menentukan kecepatan penanganan dalam situasi darurat.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan logistik serta partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mitigasi bencana.
“Kesadaran dan kepedulian masyarakat merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana,” tutupnya.
![]()









