Malang, (tabloidpilarpost.com) – Kelompok paduan suara Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bantur turut memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Bantur yang digelar di Lapangan Rejosari, Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).
Penampilan puluhan kader Fatayat NU tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam rangkaian kegiatan. Dengan seragam yang serasi, mereka membawakan lagu-lagu bertema Hari Santri dan lagu nasional dengan harmonisasi vokal serta koreografi ringan yang kompak.
Perpaduan seni suara dan gerakan yang ditampilkan menambah semarak suasana peringatan yang dihadiri para santri, tokoh agama, dan masyarakat.
Selain menjadi hiburan, penampilan tersebut juga menjadi ruang bagi kader perempuan NU untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan keagamaan dan kebangsaan melalui seni.
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bantur, Nur Cholis, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan kreativitas kelompok paduan suara Fatayat NU dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan kader perempuan dalam peringatan Hari Santri menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan semangat nasionalisme.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi kreativitas sahabat-sahabat Fatayat NU Bantur hari ini. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menyalurkan energi positif dan semangat juang santri lewat seni suara yang dikemas modern,” ujarnya di lokasi acara.
Ia menambahkan, kreativitas tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi kader perempuan NU dalam kegiatan organisasi, syiar Islam, dan upaya memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
“Ini membuktikan bahwa kader perempuan NU Bantur memiliki kreativitas luar biasa dalam syiar Islam dan nasionalisme,” tambahnya.
Kebahagiaan juga dirasakan para anggota paduan suara yang terlibat langsung dalam penampilan tersebut. Salah seorang kader Fatayat NU Bantur mengungkapkan rasa bangga karena dapat berpartisipasi dalam momentum Hari Santri Nasional 2026.
Ia mengatakan, persiapan telah dilakukan selama beberapa minggu untuk memastikan penampilan berjalan baik dan kompak.
“Kami merasa sangat gembira, senang, sekaligus terharu bisa ikut serta memeriahkan momentum Hari Santri ini. Persiapan yang kami lakukan selama beberapa minggu terakhir rasanya terbayar lunas ketika melihat jamaah dan santri ikut bernyanyi bersama dengan penuh semangat di Lapangan Rejosari,” ungkapnya.
Partisipasi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para anggota, sekaligus mempererat kebersamaan di antara kader Fatayat NU Kecamatan Bantur.
Penampilan paduan suara Fatayat NU menjadi gambaran keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Melalui seni, kader perempuan dapat berkontribusi dalam menjaga tradisi organisasi, membangun kebersamaan, serta menanamkan nilai cinta Tanah Air.
Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum untuk mengingat kembali peran santri dalam kehidupan bangsa sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan kreativitas dan semangat kebersamaan, Fatayat NU Kecamatan Bantur diharapkan terus berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan maupun sosial serta mengambil peran dalam merawat kerukunan dan memperkuat persatuan.
Penampilan mereka di Lapangan Rejosari pun menambah warna dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kecamatan Bantur.









