Banten — Tabloid pilar Post
Dunia jurnalistik Banten kembali berduka. Uyung Iskandar, Pemimpin Redaksi Media Bungas Banten, berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 2 November 2025 pukul 03.58 WIB di RS Mitra Husada, Tangerang, setelah menjalani perawatan intensif.
Kabar duka ini meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga besar Media Bungas Banten serta rekan-rekan wartawan di seluruh Indonesia.
> “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah meninggal dunia Pemimpin Redaksi Bungas Banten, Bapak Uyung Iskandar.
Semoga almarhum berpulang dalam keadaan husnul khotimah, diampuni segala salah dan dosanya, serta amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.
Kami juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT,” tulis pernyataan resmi keluarga besar Media Bungas Banten.
Almarhum dikenal sebagai sosok jurnalis berintegritas tinggi, ramah dalam tutur, namun tegas dalam prinsip. Ia adalah figur yang selalu menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.
Semasa hidupnya, beliau aktif membimbing dan mengarahkan banyak wartawan muda agar tidak hanya mengejar berita, tapi juga memahami makna dan nurani di balik setiap tulisan.
Atas kepergian almarhum, Media Tabloid Pilar Post, baik cetak maupun online, menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya serta penghormatan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan perjuangan beliau di dunia pers nasional.
Melalui Kepala Perwakilan Pilar Post Banten, Achmad Khotib, rasa duka itu disampaikan dengan penuh rasa hormat dan kekaguman.
> “Kami, keluarga besar Tabloid Pilar Post, kehilangan seorang guru — sosok yang selalu memberikan dedikasi, nasihat, dan pelajaran jurnalistik yang berharga.
Beliau bukan sekadar rekan profesi, tetapi panutan yang menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian dalam menulis kebenaran.
Semoga amal kebaikan almarhum menjadi penerang di alam keabadian,” ujar Achmad Khotib, Kaperwil Pilar Post Banten.
Kepergian Uyung Iskandar bukan sekadar kehilangan seorang pimpinan redaksi, melainkan kehilangan sosok guru kehidupan di dunia jurnalistik — seorang yang mengajarkan arti kesetiaan terhadap idealisme dan kehormatan profesi.
Semangat dan keteladanan beliau akan terus hidup dalam setiap wartawan yang pernah merasakan bimbingannya.
> “Selamat jalan, Bapak Uyung Iskandar.
Nasehat dan keteguhanmu akan terus menjadi cahaya yang menuntun pena kami menulis kebenaran.”
> “Duka ini bukan sekadar kehilangan, tapi pengingat — bahwa perjuangan pena tak pernah mati.
Setiap jurnalis sejati adalah guru, dan setiap guru yang pergi meninggalkan warisan abadi dalam kata dan karya.”
(Kaperwil Banten Tabloid Pilar Post )









