Karawang, (tabloidpilarpost.com) – Dalam rangka menjaga hubungan harmonis antara dunia usaha dan masyarakat lokal,audiensi antara manajemen PT Karawang Prima sejahtera Steel (KPSS) dengan Karangtaruna Desa Taman Mekar dan Karangtaruna Kecamatan Pangkalan digelar pada awal pekan ini pertemuan tersebut membahas sejumlah keluhan yang disampaikan masyarakat, terutama terkait dugaan tindakan arogan oleh beberapa oknum tenaga kerja asingdi lingkungan kerja perusahaan,Desa Taman Mekar,Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang, Jumat (4 /7/2025).
Ketua Karang Taruna Kecamatan Pangkalan, Legianto,dalam audiensi tersebut menegaskan pentingnya etika kerja dan saling menghormati antarpekerja,baik lokal maupun asing. Ia menyampaikan keprihatinan atas sejumlah dugaan tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh dua oknum ekspatriat yang disebut bernama Mr Halimo dan Mr. Wenson,
Beberapa Pekerja Lokal mengaku mendapatkan perlakuan kasar seperti ditendang, dipukul dengan helm, dan didorong oleh kedua orang tersebut walaupun tidak sampai mengslami luka atau sakit. Ini sangat kami sayangkan dan kami minta perusahaan menindaklanjuti dengan serius agar citra PT KPSS tidak tercoreng,”Ucapnya
Selain itu juga Keresahan masyarakat sekitar yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengiriman bahan baku ke PT KPSS. Ia menyebut adanya ceker internal yang tidak mengetahui kerjasama dengan karang taruna setempat untuk dapat menyisihkan sebagian kecil kiriman bahan baku. Sehingga tidak tersisa sedikitpun untuk karang taruna,
Menanggapi hal tersebut, General Manager PT KPSS,Mr. Li,menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan adil bagi semua karyawan. Ia menekankan bahwa perusahaan tidak pernah membedakan antara tenaga kerja lokal dan asing, dan dugaan insiden yang terjadi kemungkinan besar dipicu oleh miskomunikasi atau perbedaan budaya kerja,
Bisa jadi ada perbedaan persepsi. Apa yang dianggap wajar oleh salah satu pihak, bisa jadi dianggap sebagai perlakuan tidak menyenangkan oleh pihak lain. Ini harus dikomunikasikan secara baik agar tidak menimbulkan salah paham,”Ujarnya Mr. Li melalui
Ia juga menyebutkan bahwa insiden tersebut akan dikaji lebih lanjut di lapangan, dan perusahaan akan melibatkan Divisi Human Resources Development HRD untuk melakukan pembinaan. Terlebih,lokasi kerja yang bersuhu tinggi seperti area pembakaran besi dapat memicu suasana emosional yang harus ditangani secara profesional,
Terkait Keluhan Masyarakat soal kebijakan rekrutmen, Legianto mempertanyakan mengapa perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) menjelang Hari Raya Idulfitri, namun tidak lama setelahnya justru membuka kembali penerimaan karyawan baru.
Maksudnya apa dengan semua ini?” tanya Legianto dalam forum audiensi tersebut.
Menjawab Hal itu, Mr Li menjelaskan bahwa keputusan tersebut murni dilatarbelakangi oleh kondisi pasar yang sangat tidak menentu. Saat ini, harga jual besi mengalami penurunan drastis, yang berdampak langsung pada kestabilan operasional perusahaan.
Pasar Sedang lesu Kalau pemasaran turun,maka tidak bisa dihindari akan ada penyesuaian operasional. namun,saat peluang muncul, kami juga harus cepat bergerak, termasuk membuka kembali rekrutmen,”kata Mr. Li. Merekapun setelah Idul Fitri dipanggil kerja kembali secara bertahap.
Ia menegaskan bahwa PT KPSS saat ini mempekerjakan sekitar 600 tenaga kerja lokal, dan pihaknya terus berupaya mempertahankan stabilitas pekerjaan bagi seluruh karyawan meski mengalami kerugian akibat menurunnya harga jual dan terbatasnya pasokan bahan baku, perusahaan tetap berkomitmen untuk tidak melakukan PHK secara massal,
Situasi ini memang sulit, tapi kami berupaya keras untuk tetap bertahan. Bahkan kami berencana menambah plant produksi guna meningkatkan produktivitas,ia mengakui bahwa kelangkaan bahan baku khusus
![]()









