Malang, (tabloidpilarpost.com)- Menjelang puncak tradisi tahunan Petik Laut Sendang Biru, sinergi antara aparat keamanan, pengelola pelabuhan, panitia, dan para nakhoda kapal terus diperkuat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Satpolairud Polres Malang bersama Pos TNI AL (Posal) Sendang Biru dan panitia pelaksana menggelar Rapat Koordinasi Budaya (Rakorbud) bersama para nakhoda kapal di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Pantai/Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Rakor tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan prosesi Petik Laut yang dijadwalkan berlangsung Minggu (27/9/2026), khususnya terkait keselamatan pelayaran saat prosesi larung sesaji ke tengah laut.
Sejumlah aspek keselamatan menjadi pembahasan utama, mulai dari sterilisasi dermaga, pengaturan rute kapal hias, kapasitas penumpang, hingga kesiapan alat keselamatan di atas kapal.
Kasatpolairud Polres Malang AKP Yoyok Supandi menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan kru kapal menjadi prioritas utama selama prosesi berlangsung.
Ia meminta seluruh nakhoda tidak mengabaikan ketentuan keselamatan, terutama terkait kapasitas kapal dan penggunaan alat pelindung keselamatan.
“Kami meminta dengan sangat kepada seluruh nakhoda kapal untuk tidak melebihi kapasitas muatan (overloading) saat prosesi larung sesaji berlangsung. Setiap kapal yang bertolak dari dermaga wajib menyediakan life jacket yang memadai bagi seluruh penumpang,” ujar Yoyok.
Menurutnya, personel Satpolairud bersama tim gabungan akan melakukan pemantauan di kawasan perairan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pergerakan kapal tetap berada dalam koridor keselamatan dan tidak terjadi pelanggaran yang dapat membahayakan penumpang maupun kru.
Kasatpolairud juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga ketertiban selama kegiatan, termasuk menghindari konsumsi minuman keras yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.
“Anggota kami bersama tim gabungan akan bersiaga penuh di perairan untuk memantau pergerakan kapal dan memastikan tidak ada pelanggaran keselamatan yang membahayakan nyawa. Kami berharap semuanya berjalan lancar dan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Sementara itu, Danposal Sendang Biru Kapt. Laut (S) Santoso mengingatkan para nelayan dan nakhoda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca di perairan laut selatan.
Para nelayan diminta terus memperbarui informasi terkait kondisi gelombang dan cuaca dari sumber resmi, termasuk informasi dari BMKG, sebelum maupun selama pelaksanaan kegiatan.
Selain kondisi cuaca, jarak aman antarkapal juga menjadi perhatian, terutama ketika prosesi larung sesaji berlangsung.
“Koordinasi di laut membutuhkan kedisiplinan tinggi. Kami dari Posal TNI AL menginstruksikan agar seluruh perahu hias dan kapal nelayan saat acara Petik Laut Minggu (27/9) tetap menjaga jarak aman, terutama saat momen perebutan sesaji di tengah laut nanti,” ujar Santoso.
Ia mengingatkan agar tidak terjadi benturan antarkapal akibat kapal terlalu berdekatan atau manuver yang tidak terkendali.
“Jangan sampai ego kelompok memicu benturan lambung kapal. Mari kita jaga marwah ritual adat ini dengan tetap mengutamakan prosedur keselamatan navigasi dan keselamatan para penumpang,” tegasnya.
Ketua Pelaksana Petik Laut Sendang Biru, Suriansyah alias Acan, menyampaikan apresiasi atas dukungan aparat keamanan, dinas terkait, pengelola pelabuhan, serta para nakhoda yang mengikuti rapat koordinasi.
Menurutnya, koordinasi tersebut menjadi salah satu kunci untuk memastikan rangkaian tradisi Petik Laut berjalan aman, tertib, dan khidmat.
“Rakorbud hari ini adalah kunci suksesnya Petik Laut Sendang Biru. Kami sangat berterima kasih kepada Satpolairud, Posal, dan UPT PPP Pondok Dadap yang telah memfasilitasi manajemen alur dermaga ini,” kata Suriansyah.
Ia menjelaskan, aktivitas pelelangan ikan komersial akan dihentikan sementara menjelang pelaksanaan ritual agar kawasan dermaga dapat disterilkan untuk kepentingan kirab budaya.
Panitia juga meminta para nakhoda memastikan kru masing-masing mematuhi aturan selama kegiatan berlangsung.
“Kami juga meminta komitmen para nakhoda untuk menjaga ketertiban kru masing-masing agar acara kita berjalan khidmat, aman, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat pesisir,” pungkasnya.
Rapat koordinasi yang berlangsung di kawasan Pelabuhan Pondok Dadap tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan nakhoda kapal.
Penandatanganan tersebut menjadi bentuk kesiapan para nakhoda untuk mendukung pelaksanaan Petik Laut Sendang Biru agar berlangsung aman, tertib, dan tetap menghormati nilai-nilai tradisi masyarakat pesisir.
Dengan penguatan koordinasi antara Satpolairud, TNI AL, pengelola pelabuhan, panitia, dan para nakhoda, pelaksanaan Petik Laut Sendang Biru diharapkan dapat berlangsung lancar tanpa mengabaikan aspek keselamatan pelayaran.
![]()









