Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Hangatnya suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, menghadirkan pesan penting tentang arti kebersamaan dalam menjaga keamanan dan membangun desa. Di tengah momentum silaturahmi dan semangat berbagi, Bhabinkamtibmas Desa Sukatani Bripka Atep Eka bersama Babinsa Serka Herry menyambangi kediaman Kepala Desa Terpilih PAW, H. Hilman Multajim, Rabu (27/05/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut bukan sekadar kunjungan lebaran biasa, melainkan menjadi simbol awal terbangunnya sinergitas Tiga Pilar antara TNI, Polri, dan Pemerintah Desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sukatani.
Menariknya, H. Hilman diketahui belum resmi dilantik sebagai kepala desa. Namun langkah cepatnya membangun komunikasi dengan aparat keamanan justru mendapat apresiasi karena dinilai menunjukkan sikap kepemimpinan yang terbuka, responsif, dan siap bekerja untuk masyarakat sejak awal.
“Kami membutuhkan pemimpin desa yang cepat merespons dan terbuka terhadap komunikasi. Pak Hilman meski belum dilantik sudah mulai membangun koordinasi dengan kami. Ini langkah positif. Desa akan aman kalau semua unsur bisa berjalan bersama,” ujar Bripka Atep Eka.
Hal senada disampaikan Serka Herry yang menilai kekompakan Tiga Pilar menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan desa ke depan.
“Kalau sejak awal sudah satu frekuensi, pembangunan akan lebih mudah berjalan dan masyarakat merasa tenang,” ungkapnya.
Warga pun menyambut positif komunikasi yang mulai dibangun tersebut. Mereka berharap sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah desa tidak berhenti sebatas simbolik, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan UMKM, hingga peningkatan pelayanan dasar bagi warga.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan bahwa menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tugas TNI dan Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat melalui budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan menjaga keharmonisan lingkungan.
Momentum Idul Adha pun menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, persatuan, dan kebersamaan harus terus dijaga demi menciptakan desa yang aman, damai, dan maju. Sebab pada akhirnya, kemajuan desa tidak hanya lahir dari pemimpin yang kuat, tetapi dari seluruh elemen masyarakat yang berjalan bersama menjaga harapan dan masa depan wilayahnya.









