Malang, (tabloidpilarpost.com) – Upaya percepatan penurunan angka stunting dan wasting terus dilakukan. Salah satunya melalui pelatihan penyiapan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang digelar oleh UPT Puskesmas Sumbermanjing Kulon di Pendopo Agung Desa Sempol, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Rabu (22/04/2026).
Kegiatan ini menyasar kader Posyandu dan TP PKK dari dua desa, yakni Desa Sempol dan Desa Sumberkerto. Pelatihan tidak hanya memberikan makanan siap saji, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan mengolah makanan bergizi secara mandiri untuk balita dan ibu hamil.
Acara berlangsung antusias dan dihadiri sejumlah unsur, di antaranya Camat Pagak Sugeng Hari Susanta, Kepala UPT Puskesmas Sumbermanjing Kulon Bonadi Tri Andoko, serta perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Dalam sambutannya, Camat Pagak menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari langkah konkret dalam penanganan stunting di wilayahnya.
“Pelatihan ini ditujukan bagi kader PKK Desa Sempol dan Desa Sumberkerto. Saat ini, terdapat 11 balita stunting di Desa Sempol dan 6 di Desa Sumberkerto. Diharapkan melalui kegiatan ini, penanganan gizi bisa lebih optimal,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mempraktikkan langsung pembuatan menu PMT berbasis pangan lokal. Kader dari Desa Sumberkerto menyajikan olahan seperti bola-bola ikan, telur puyuh, dan pisang, sementara kader Desa Sempol membuat dimsum goreng keju dan buah jeruk.
Kepala UPT Puskesmas Sumbermanjing Kulon Bonadi Tri Andoko menjelaskan bahwa program PMT lokal ini memanfaatkan bahan pangan dari desa setempat.
“PMT ini berbasis lokal, dimasak oleh kader dari desa, dan diberikan kepada ibu hamil dengan KEK serta balita kurang gizi. Harapannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan akan dilakukan secara bergilir di desa lain, termasuk Desa Pandanrejo dan Desa Sumakul.
Ketua TP PKK Desa Sempol, Sutiani, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap mampu meningkatkan kualitas penanganan stunting di wilayahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Sumberkerto, Nina Husen, menyebut pelatihan ini sangat membantu meningkatkan kapasitas kader dalam menangani masalah gizi.
“Melalui pelatihan ini, kami bisa lebih siap dalam menangani stunting. Walaupun dari desa terpencil, kami ingin menjadi ibu-ibu yang tangguh dan berdaya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Posyandu dan para ibu memiliki keterampilan yang memadai dalam menyediakan makanan tambahan yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan, sebagai langkah nyata menuju generasi bebas stunting.
![]()









