Surabaya, (tabloidpilarpost.com) – Ketua Umum Yayasan Bangga Indonesia Maju (YBIM) menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap minimnya dukungan dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap kegiatan sosial kemanusiaan yang diinisiasi pihaknya.
Kegiatan YBIM Art Charity yang semula dijadwalkan berlangsung pada 16–18 April 2026 di Hotel Sahid Surabaya, terpaksa diundur hingga Juni 2026. Penundaan tersebut disebut akibat tidak adanya dukungan sponsorship dari pihak BUMN.
“Kami sangat kecewa. Proposal sudah kami kirim secara resmi, namun banyak BUMN yang tidak merespons sama sekali. Ini menunjukkan rendahnya kepedulian terhadap kegiatan sosial,” tegas Ketua Umum YBIM.
Selain minim respons, YBIM juga menyoroti dugaan ketidakprofesionalan dalam pengelolaan proposal sponsorship di sejumlah BUMN. Beberapa pihak disebut mengaku tidak menerima proposal, namun setelah ditunjukkan bukti penerimaan, justru menyampaikan bahwa dokumen telah berada di meja pimpinan dan tidak dapat ditelusuri kembali.
Situasi tersebut diperparah dengan adanya pernyataan dari internal salah satu BUMN yang menyebutkan proposal telah masuk ke pimpinan, tetapi kemudian beralasan tidak tersedia anggaran. Bahkan, pihak yayasan diminta mencari kembali proposal di antara tumpukan dokumen yang dinilai tidak tertata dengan baik.
Sementara itu, sejumlah BUMN lainnya disebut tidak memberikan tanggapan sama sekali, baik secara tertulis maupun melalui komunikasi langsung.
“Ini bukan sekadar soal sponsorship, tetapi soal komitmen terhadap tanggung jawab sosial. Jika kegiatan amal saja diabaikan, lalu di mana letak kepedulian itu?” lanjutnya.
Ketua Umum YBIM menilai kondisi ini mencerminkan bahwa kegiatan sosial yang diinisiasi lembaga masyarakat masih belum menjadi prioritas bagi sebagian BUMN.
Sebagai langkah lanjutan, YBIM memutuskan untuk mengalihkan fokus kerja sama kepada pihak swasta yang dinilai lebih responsif dan memiliki komitmen terhadap kegiatan kemanusiaan.
“Kami akan lebih selektif. Jika BUMN tidak peduli, masih banyak perusahaan swasta yang justru memiliki komitmen nyata terhadap kegiatan sosial,” ujarnya.
YBIM juga menyatakan akan membuka secara transparan daftar BUMN yang telah dihubungi dalam sesi konferensi pers berikutnya sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.
“Kami akan sampaikan secara terbuka agar publik dapat menilai sendiri. Harapannya, kegiatan sosial benar-benar menjadi prioritas nyata, bukan sekadar program di atas kertas,” tutupnya.









