Tabloidpilarpost.com Lebak, Banten – Puluhan warga Kampung Cigomok RT 10 RW 003, Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, melakukan aksi tanam pohon pisang di ruas jalan menuju Ciakar. Aksi ini merupakan bentuk protes atas kondisi jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer yang rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki selama sekitar 15 tahun.
Warga menanam pohon pisang di sejumlah lubang besar yang menganga di tengah badan jalan. Aksi tersebut dilakukan sebagai simbol kekecewaan sekaligus peringatan bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas Senin 2 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan dipenuhi bebatuan dan lubang besar. Saat hujan turun, permukaan jalan menjadi licin dan membahayakan pengendara, khususnya roda dua. Di beberapa titik, kendaraan bahkan kesulitan melintas akibat kerusakan yang semakin parah.
Rusminah, warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi jalan yang dinilai sangat memprihatinkan.
“Saya sangat kecewa. Jalan ini sudah sekitar 15 tahun tidak diperbaiki. Kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan warga yang melintas setiap hari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Irpan, warga Kampung Cigomok, yang menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat serta jalur alternatif menuju Rangkasbitung.
“Kami sangat kecewa. Ini sudah 15 tahun tidak ada perbaikan. Jalan ini akses utama warga dan juga jalur alternatif. Jangan sampai menunggu korban dulu baru diperbaiki,” tegasnya.
Warga menyebut kerusakan jalan berdampak pada aktivitas pertanian, pendidikan, serta perekonomian masyarakat. Mereka mendesak pemerintah desa dan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan permanen.
Hingga rilis ini disampaikan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan jalan tersebut.
Kaperwil Banten
![]()









