Malang,(Tabloidpilarpost.com),Menjelang awal Ramadan 2026, suasana khidmat menyelimuti Pemakaman Umum Banjarejo.Desa Banjarejo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang Jawa Timur Warga setempat berbondong bondong melakukan tradisi nyekar atau unggahan, membawa bunga tabur dan air untuk mendoakan leluhur hal ini terlihat pada hari Rabu (18/05/2026)sekitar Pukul 15.30 WIB
Menurut Achmad salah satu peziarah di TPU Banjarejo bahwa ini tradisi tahunan menjadi momen refleksi spiritual dan pengingat akan kematian, memperkuat ikatan kekeluargaan serta penghormatan kepada mereka yang telah berpulang sebelum memasuki bulan suci.
Suara lantunan doa Yasin dan tahlil sayup-sayup terdengar, berpadu dengan aroma wangi bunga kamboja yang ditaburkan. Di awal Ramadan tahun 2026 ini, Pemakaman Umum Banjarejo kembali ramai didatangi warga. Tidak hanya individu, banyak keluarga yang datang bersama-sama, melintasi jalan setapak makam untuk membersihkan nisan orang orang terkasih.
Nyekar atau unggahan bukan sekadar tradisi turun temurun, melainkan bentuk ikatan batin yang tak terputus antara yang masih hidup dan yang telah tiada. Warga Banjarejo dengan memanjatkan doa, memohon ampunan bagi arwah, sekaligus refleksi diri untuk mensucikan hati sebelum menunaikan ibadah puasa.
Di sela-sela kesibukan, warga saling bertegur sapa, mempererat silaturahmi di tengah momen ziarah yang syahdu. Sembari mencabut rumput liar dan menyirami pusara, ingatan akan nasihat almarhum/almarhumah kembali muncul, memberikan kekuatan spiritual.
“Ini momen penting, sebelum puasa harus ziarah dulu, mendoakan orang tua yang sudah tidak ada,” ujar salah satu warga.
Tradisi unggahan di Banjarejo ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk kembali mengingat akar sejarah keluarga dan mempersiapkan jiwa dengan doa-doa terbaik. Suasana haru biru, namun damai, menyelimuti TPU Banjarejo, menandai dimulainya bulan yang suci dengan penuh ketakwaan.(Surya)
![]()









