https://wa.me/message/BV47FMX3QBOIJ1 https://wa.me/message/BV47FMX3QBOIJ1
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Penawaran Pemasangan Iklan
  • Kontak Kami
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Login
Tabloid Pilar Post
ADVERTISEMENT
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olah Raga
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olah Raga
No Result
View All Result
Tabloid Pilar Post
No Result
View All Result
Home Informasi

Menakar Makna “Sampai Titik Darah Penghabisan” dalam Pernyataan Kapolri

_Oleh: Arwan (Presidium Forwatu Banten)_

Achmad Khotib by Achmad Khotib
30/01/2026
in Informasi, Pilar Banten
0
Menakar Makna “Sampai Titik Darah Penghabisan” dalam Pernyataan Kapolri

Banten- Tabloid pilar Post  Saya Arwan Warga biasa yang meletakkan Kamtibmas sebagai pilar Kondusifitas Bangsa. Sebagai warga biasa, Saya tidak terganggu dengan ungkapan yang dilontarkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal Penguatan atas tegaknya konstitusi (TAP MPR No VII/2000 dan UU No 2/2002).

Pernyataan Pak Kapolri diterjemahkan oleh Panglima TNI periode 2015-2017 Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai dentuman besar seolah menunjukkan ancaman. Tuduhan tersebut tidak berdasar melainkan tuduhan tersebut akan memantik krisis kepercayaan terhadap Polri yang telah diciptakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat 30-1-2026.

Baca juga:

  • Kapolres Karawang Gelar Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025, Ikuti Zoom Meeting Bersama Kapolri
  • Jelang Idul Adha, Gerakan Relawan Jokowi DPD Provinsi Banten Terima Bantuan Sapi dari Kapolri

Mari Kita bedah dari diksi yang disampaikan oleh Pak Kapolri dengan durasi 2 menit lebih saat Raker dengan Komisi 3 DPR RI.

Pada Menit 2.36 Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh Jajaran Kepolisian untuk Memperjuangkan hingga titik darah penghabisan.

Ungkapan “titik darah penghabisan” adalah majas hiperbola yang berarti berjuang habis-habisan, pantang menyerah, atau mempertahankan sesuatu hingga nyawa taruhannya. Frasa ini melambangkan dedikasi, loyalitas, dan keberanian tertinggi dalam mempertahankan tujuan, cita-cita, atau tugas hingga titik darah terakhir.

Apa yang dipertahankan? Kapolri meletakkan Pertahanan pada Amanat Undang-undang atau Konstitusi. Dalam menjaga konstitusi (UUD 1945 di Indonesia), hal-hal fundamental yang dipertahankan adalah supremasi hukum, hak asasi manusia, demokrasi, dan keutuhan negara. Konstitusi dijaga untuk memastikan bahwa negara berjalan sesuai dengan kesepakatan dasar bersama dan tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan.

Bagi Saya ini tidak berlebihan justru ini adalah Bentuk Loyalitas yang perlu diapresiasi mengingat banyak oknum yang tak mampu menegakkan konstitusi karena soal tawar menawar kepentingan.

Selanjutnya Frasa ‘Dedikasi’ dalam memaknai “perjuangan hingga titik darah penghabisan” adalah wujud pengabdian tulus yang disertai kesetiaan tertinggi, berupa pengorbanan tenaga, pikiran, waktu, bahkan jiwa dan raga, demi mencapai tujuan mulia atau mempertahankan prinsip tanpa mengenal menyerah.

Kemudian frasa ‘Loyalitas’ dalam memaknai “Perjuangan hingga titik darah penghabisan” adalah kesetiaan mutlak dan dedikasi total tanpa batas, di mana seseorang memberikan komitmen penuh, tenaga, waktu, bahkan jiwa dan raga, untuk mengabdi pada negara, prinsip, atau tujuan yang lebih besar.

Kapolri telah menunjukkan keseriusan dalam menjalankan Amanat Undang-undang dengan mengorbankan dirinya sendiri saat ungkapan “lebih baik copot saja saya jadi Kapolri! Lebih baik Saya jadi Petani!” Makna ungkapan ini adalah bentuk pengingkaran akan penolakan terhadap rencana menggeser posisi polri dibawah Kementrian.

*Saran dan Kritik atas Tuduhan Gatot Nurmantyo yang Tak Berdasar*

Pembenahan ditubuh Polri perlu disuarakan dengan menitikberatkan pada Tanggungjawab Kapolri untuk membenahi internal Kapolri dengan mengejawantahkan Tagline Baru dalam kebijakan Kapolri yaitu PERSISI.

Presisi Polri adalah akronim dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, sebuah konsep kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mentransformasi Polri agar lebih humanis, cepat, dan tepat dalam pelayanan serta penegakan hukum. Konsep ini bertujuan meningkatkan kepercayaan publik melalui pendekatan berbasis data dan teknologi.

Saran tersebut lebih bermutu dibanding dengan mengetengahkan issue Polri dibawah Kementrian.

Konflik justru disemai oleh Tokoh Gatot Nurmantyo yang telah memandang Ungkapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dianggap sebagai sebuah Kalimat Konflik, Kekuasaan dan Intimidatif!

Saya akan memulai dari Frasa Konflik. Konflik adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan, menghancurkan, atau membuat pihak lain tidak berdaya akibat adanya perbedaan ciri fisik, kepribadian, kebudayaan, kepentingan, atau nilai. Ungkapan Kapolri dianggap Konflik tentu tak berdasar karena tidak ada pihak lain yang harus dilawan, tak ada yang perlu disingkirkan atau lebih fatal lagi tak ada pihak yang harus dihancurkan. Ungkapan tersebut tak dimaknai sebagai perlawanan terhadap orang atau lembaga tertentu namun lebih kepada memberikan semangat loyalitas dan dedikasi agar kesatuannya bersama sama mengamalkan amanat konstitusi.

Frasa ‘Kekuasaan’ dimaknai oleh Gatot Nurmantyo dalam ungkapan Kapolri itu pun tak berdasar karena tak seirama dengan tuduhan yang dialamatkan kepada Kapolri. Kekuasaan adalah kemampuan individu atau kelompok untuk mempengaruhi, mengendalikan, atau mengubah tingkah laku, pikiran, dan tindakan orang lain/kelompok lain agar sesuai dengan kehendak pemegang kekuasaan. Ini mencakup penggunaan wewenang, kewibawaan, karisma, atau kekuatan fisik untuk mencapai tujuan tertentu.

Kekuasaan tersebut adalah bentuk instruksi yang wajar dan bukan untuk kepentingan melakukan perlawanan terhadap konstitusi. Justru dari tampuk kepemimpinannya Listyo Sigit Prabowo mengingatkan agar kepatuhan terhadap instruksi tetap dijaga dalam mempertahankan amanat Konstitusi.

Terakhir! Tuduhan ‘Intimidatif’ yang dilontarkan oleh Gatot Nurmantyo dapat dikategorikan sebagai Kejahatan Verbalistik. Karena makna Intimidatif adalah kata sifat yang menggambarkan perilaku, situasi, atau seseorang yang menimbulkan rasa takut, terancam, tertekan, atau gentar pada orang lain. Tujuannya seringkali untuk mendominasi, memaksa kehendak, atau membuat orang lain merasa tidak berdaya, malu, atau cemas.

Saya sampaikan tuduhan tersebut adalah kejahatan Verbalistik karena akan mengacaukan Frame berfikir Khalayak sehingga seolah dibenarkan jika tak diklarifikasi dengan menumbuhkan rasa antipati terhadap peran polri dianggap telah mengintimidasi pihak tertentu. Diksi Intimidatif tidak bisa berdiri sendiri ada dua objek yang harus hadir Pelaku dan Korban dan tuduhan Gatot Nurmantyo telah sasar mengetengahkan Ungkapan “Sampai Titik Darah Penghabisan” sebagai Bagian dari Upaya Intimidasi Kapolri kepada pihak tertentu padahal ungkapan tersebut disajikan untuk merawat kekuatan akan potensi menegakkan Institusi di NKRI.

_(Penulis adalah Aktivis Sosial & Pergerakan di Provinsi Banten)_

Loading

Tags: Menakar Makna “Sampai Titik Darah Penghabisan” dalam Pernyataan Kapolri
https://wa.me/qr/YHEMUDHEIEQNP1
Previous Post

Polda Banten Ikuti Sidang Menuju Rikkes Tahap II Penerimaan SIPSS T.A. 2026

Next Post

Ikky Tembus 12 Besar Putera Sulsel, Harumkan Nama Bantaeng di Level Provinsi

Berita Lainnya

DEMO BPPKB BANTEN DPC LEBAK DIDUKUNG GABUNGAN ORMAS, LIMA TUNTUTAN MENGEMUKA DI RS MISI LEBAK DISEPAKATI

DEMO BPPKB BANTEN DPC LEBAK DIDUKUNG GABUNGAN ORMAS, LIMA TUNTUTAN MENGEMUKA DI RS MISI LEBAK DISEPAKATI

by Achmad Khotib
21/10/2026
0

LEBAK, TABLOIDPILARPOST.COM — Aksi demonstrasi yang digelar Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB Banten) DPC Kabupaten Lebak, dengan dukungan...

BERMAIN DI KANDANG SENDIRI, SSB BINA PERKASA TAMPIL GEMILANG! U-10 DAN U-12 SUKSES RAIH KEMENANGAN

BERMAIN DI KANDANG SENDIRI, SSB BINA PERKASA TAMPIL GEMILANG! U-10 DAN U-12 SUKSES RAIH KEMENANGAN

by Achmad Khotib
20/10/2026
0

TabloidPilarPost.com | BENGKULU, 20 OKTOBER 2026 BENGKULU — Bermain di kandang sendiri, Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Perkasa menunjukkan performa...

Musdesus Desa Sukatani Tetapkan Ahmad Ripai sebagai Ketua BUMDes Barokah Periode 2026–2029

Musdesus Desa Sukatani Tetapkan Ahmad Ripai sebagai Ketua BUMDes Barokah Periode 2026–2029

by ARMAN MAN
20/10/2026
0

Lebak, (tabloidpilarpost.com) -  Pemerintah Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk menetapkan pengurus...

King Naga Apresiasi Proyek Cut and Fill Bypass: Tanah Galian Tidak Dijual, Namun Gratis untuk Warga

King Naga Apresiasi Proyek Cut and Fill Bypass: Tanah Galian Tidak Dijual, Namun Gratis untuk Warga

by Achmad Khotib
18/10/2026
0

LEBAK – tabloidpilarpost.com Tokoh masyarakat yang akrab disapa King Naga memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan pengelola proyek penataan lahan (cut...

CUT AND FILL BYPASS CIBADAK DISEBUT BUKAN UNTUK KOMERSIAL, TANAH URUGAN DIMANFAATKAN WARGA

CUT AND FILL BYPASS CIBADAK DISEBUT BUKAN UNTUK KOMERSIAL, TANAH URUGAN DIMANFAATKAN WARGA

by Achmad Khotib
18/10/2026
0

LEBAK, TABLOIDPILARPOST.COM – Aktivitas pengerukan tanah di kawasan Jalan Sukarno-Hatta Bypass Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, disebut bukan untuk kepentingan komersial....

Ki Bangkol DPP BADAK Banten Klarifikasi Galian Bypass Cibadak, Tanah Hasil Galian Disebut untuk Membantu Warga

Ki Bangkol DPP BADAK Banten Klarifikasi Galian Bypass Cibadak, Tanah Hasil Galian Disebut untuk Membantu Warga

by Achmad Khotib
18/10/2026
0

LEBAK, TabloidPilarPost.com — Aktivitas pengerukan tanah di Jalan Sukarno-Hatta Bypass Cibadak, Kabupaten Lebak, mendapat klarifikasi terkait tujuan kegiatan dan pemanfaatan...

Next Post
Ikky Tembus 12 Besar Putera Sulsel, Harumkan Nama Bantaeng di Level Provinsi

Ikky Tembus 12 Besar Putera Sulsel, Harumkan Nama Bantaeng di Level Provinsi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Berita Populer

  • Cerita Diki Nugraha Pembina Utama Taksi Bluebird Bandung Barat, Ini Katanya

    Cerita Diki Nugraha Pembina Utama Taksi Bluebird Bandung Barat, Ini Katanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol-PP KBB Tertibkan Baliho Tidak Berijin, Termasuk Baliho Hengki Kurniawan, Ini Kata Kasatpol PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua DPC Organda Bandung Barat Menyesalkan atas Kurangnya Koordinasi dengan Bluebird

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Kecelakaan Kerja PT Migook Indonesia Dan Keluarga Akhirnya Sepakat Secara Kekeluargaan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aroma Busuk Korupsi di Desa Cihaurkuning: Dana BUMDes Ratusan Juta Diduga Digondol!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Daerah
  • Hukum
  • Informasi
  • Kasus
  • Keagamaan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pilar Bali
  • Pilar Banten
  • Pilar Jabar
  • Pilar Jakarta
  • Pilar Jambi
  • Pilar Jateng
  • Pilar Jatim
  • Pilar Kalimantan
  • Pilar Lampung
  • Pilar Maluku
  • Pilar NTB
  • Pilar NTT
  • Pilar Papua
  • Pilar Riau
  • Pilar Riou
  • Pilar Sulawesi
  • Pilar Sumatra Selatan
  • Pilar Sumatra Utara
  • Pilar Tangerang
  • Politik
  • Sosial
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Penawaran Pemasangan Iklan
  • Kontak Kami
Pasang Iklan : 0882-2436-0931

© 2021 tabloidpilarpost.com

  • Login
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olah Raga

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In