Pandeglang, (tabloidpilarppost.com) – Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten) menggelar kegiatan bertajuk Ngariung Bareng Warga Bangkonol. Acara ini berlangsung di salah satu rumah warga di Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, sebagai bentuk respon terhadap keresahan masyarakat atas rencana pengiriman sampah dari luar daerah.
Puluhan warga dari berbagai elemen—tokoh masyarakat, pemuda, ibu-ibu, hingga tokoh pemuda desa—turut hadir dalam diskusi yang berlangsung hangat dan santun. Suara yang mengemuka dalam forum tersebut satu: penolakan terhadap rencana pengiriman sampah dari Tangerang Selatan ke wilayah mereka.
“Kami ingin lingkungan yang sehat. Anak cucu kami berhak menghirup udara bersih. Jangan jadikan desa kami sebagai tempat buangan sampah dari kota,” tegas Ustadz, salah satu tokoh masyarakat Bangkonol.
Forwatu Siap Advokasi Terbuka
Ketua Umum Forwatu Banten, Arwan S., Pd., M.Si, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan terkait rencana pengiriman ratusan ton sampah ke TPA Bangkonol. Ia menegaskan bahwa Forwatu Banten akan menjadi jembatan perjuangan masyarakat, dan siap melakukan advokasi terbuka jika pemerintah tetap memaksakan kebijakan tersebut.
“Kami tidak anti pembangunan. Tapi pembangunan yang tidak manusiawi dan merugikan rakyat kecil jelas harus kita lawan. Kami datang bukan hanya mendengar, tapi siap bergerak bersama,” tegas Arwan di hadapan warga.
Warga Siapkan Langkah Tegas
Dalam forum tersebut, warga menyepakati langkah lanjutan berupa aksi damai dan penyusunan pernyataan sikap tertulis yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait. Mereka juga meminta agar jalur logistik pengangkut sampah tidak melintasi jalan tol Rangkasbitung–Pandeglang yang berada dekat dengan pemukiman warga.
Kekhawatiran utama warga adalah dampak lingkungan dan kesehatan, seperti pencemaran udara, air, hingga potensi meningkatnya penyakit akibat pengelolaan sampah yang buruk.
Forwatu: “Ngariung adalah Awal Perlawanan Bermartabat”
Tak hanya menyerap aspirasi, Forwatu Banten juga memberikan edukasi hukum dan lingkungan kepada warga. Edukasi tersebut mencakup hak-hak masyarakat dalam menolak kebijakan yang merugikan, serta strategi advokasi yang konstitusional.
Acara diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan penandatanganan dukungan warga terhadap gerakan “Tolak Sampah Masuk Bangkonol”. Suasana penuh semangat namun tetap damai menjadi bukti bahwa masyarakat siap menyuarakan haknya dengan cara bermartabat.
![]()










