Manokwari,(tabloidpilarpost.com) – Labbaik Allahumma labbaik Labbaika la syarika laka labbaik Innal Hamda Wan Nimata Laka Wal Mulka La Syarika Lak, Alhamdullilah bersyukur sekali bahwa pada tahun 2024 M/1445 H ini beberapa pengurus LDII Papua Barat sebanyak 6 (enam) pasang beserta istri ditambah dengan seorang ibu ikut diberangkatkan dalam Kloter 20 Embarkasi Makassar yang diberangkatkan pada Jumat 24 mei 2024 dari Bandara Rendani Manokwari menuju Makassar dan pada hari ahad 26 mei 2024 menuju King Abdulaziz International Airport (KIA) Jeddah Arab Saudi, termasuk didalam rombongan ini Soleman Paputungan, S.Pd Ketua DPD LDII Manokwari beserta istri, sementara Sampurno Ketua Dewan Penasehat LDII Fakfak bersama istri berada di kloter lain. (21/05/2024).
Drs. Suroto Ketua DPW LDII Papua Barat yang juga tergabung dalam kloter 20 menghimbau para jamaah calon haji untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah Indonesia dan Arab Saudi selama dalam perjalanan dan melaksanakan ibadah haji, dapat menjaga nama baik daerah karena merupakan duta-duta dari Pemerintah Indonesia dan Masyarakat Manokwari.
Senada dengan itu Hermus Indou Bupati Manokwari dalam acara pelepasan jemaah calon haji Kabupaten Manokwari beberapa waktu yang lalu mengingatkan untuk mematuhi semua peraturan dan arahan dari petugas haji, ia berharap para calon haji dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Manokwari.
KH Chriswanto Ketum DPP LDII disaat awak pemberangkatan haji 1445 H/2024 M di Jakarta, mengajak jamaah calon haji untuk bersyukur dan menata niat semata karena ibadah kepada Allah SWT “Banyak hal yang harus disyukuri bagi mereka yang berhasil melaksanakan ibadah haji tahun ini, sebab, dengan antrean yang luar biasa tidak semua orang bisa secepatnya menunaikan ibadah haji,” tuturnya.
Kesyukuran dalam ibadah haji, menurutnya dapat diukur dengan meningkatnya ketakwaan dan selalu memperbaiki budi pekerti, “Tanda seseorang hajinya mabrur adalah semakin meningkat budi pekerti luhurnya dan kesalehan sosialnya juga meningkat. Selalu menjaga lisannya, agar tak menyakiti hati orang lain ataupun merusak kerukunan, kekompakan, persatuan, dan kesatuan,” kata KH Chriswanto.
Senada dengan Chriswanto, Habib Ubaidillah Al Hasany salah satu Pimpinan Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono mengimbau kepada masyarakat yang melaksanakan haji pada tahun ini untuk menjaga tiga hal. Pertama, harta atau biaya yang digunakan untuk ibadah haji merupakan harta yang halal. “Supaya benar-benar dijaga dari keharaman artinya berhaji dengan menggunakan harta yang halal,” ungkapnya.
Kemudian, pada saat pelaksanaan ibadah haji atau menjalankan manasiknya harus sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. “Yang ketiga, supaya menjaga niat. Inilah yang paling sulit karena niat itu ada di dalam hati dan tidak satupun orang yang bisa mempengaruhi. Ketika terjadi kesalahan dalam niat maka tidak bisa diingatkan sebab yang tahu dirinya sendiri dan Allah SWT,” imbaunya.
Muslimin/Sdj Tpp
![]()









