Muara Enim,(tabloidpilarpost.com) — Bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama terhadap keselamatan pengguna jalan ditunjukkan oleh para pemuda Desa Panang Jaya (Seru Bungkok), Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim.
Dengan swadaya dan gotong royong, mereka menambal sejumlah titik jalan berlubang di ruas Jalan Lintas Prabumulih–Muara Enim yang selama ini kerap memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.

Aksi tersebut dilakukan pada Jumat (16/1/2026), sebagai solusi sementara di tengah kondisi jalan yang rusak parah dan belum mendapat penanganan maksimal dari pihak terkait.
“Penambalan ini sebagai solusi sementara atas banyaknya jalan yang berlubang di ruas Jalan Lintas Desa Panang Jaya. Gotong royong ini kami lakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas,” ujar Rahman, tokoh pemuda setempat yang akrab disapa Man.
Rahman mengungkapkan, keberadaan puluhan titik lubang di badan jalan sudah berulang kali menyebabkan kecelakaan tunggal. Hampir setiap hari, kendaraan yang melintas terperosok ke lubang, terlebih saat hujan turun dan lubang tertutup genangan air.
Hal senada disampaikan Fir’daus (28), warga Desa Panang Jaya, yang mengaku sering menolong korban kecelakaan di lokasi tersebut.
“Saya sering nolong orang kecelakaan jatuh terbalik bermotor akibat masuk lubang di jalan raya ini. Saya kasihan lihatnya, badannya luka-luka,” ungkap Fir’daus.
Sebelum korban kecelakaan terus bertambah, Rahman bersama para pemuda Desa Panang Jaya berinisiatif menggalang iuran seikhlasnya dari warga untuk membeli semen dan pasir, lalu menambal lubang-lubang yang dinilai paling berbahaya.
“Harapan kami kepada pemerintah terkait, khususnya PUPR, tolong perhatikan Jalan Lintas Kabupaten Muara Enim, khususnya di wilayah Desa Panang Jaya ini agar segera diperbaiki. Sudah banyak korban, hampir setiap hari terjadi kecelakaan gara-gara jalan berlubang,” tegas Rahman.
Tak hanya kondisi jalan yang rusak, persoalan lain yang turut dikeluhkan warga adalah matinya puluhan titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Desa Panang Jaya.
Edi Setiawan (49) mengatakan, PJU dari Masjid Baitul Iman hingga Flyover Bantaian sudah lama tidak berfungsi, sehingga kawasan tersebut gelap gulita pada malam hari.
“Kalau malam hari dari Masjid Baitul Iman sampai Flyover Bantaian gelap gulita seperti kuburan. Saya kasihan lihat anak-anak pulang dari masjid mengaji. Sudah gelap, jalan rusak dan berlubang, kalau hujan tergenang air,” ujarnya.
Edi mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Desa agar diteruskan ke instansi terkait. Namun hingga kini, puluhan titik lampu jalan yang mati belum juga diperbaiki.
Warga Desa Panang Jaya berharap pemerintah daerah dan instansi teknis segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, baik terhadap jalan rusak maupun PJU, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.
![]()









