Way Kanan, (tabloidpilarpost.com) — Di tengah pesatnya arus digitalisasi dan kehidupan modern yang serba cepat, potret kemiskinan ekstrem masih menjadi kenyataan pahit bagi sebagian warga. Salah satunya dialami oleh Nenek Sawinah, warga lanjut usia di Kampung Bandar Dalam, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, yang hidup sebatangkara di sebuah gubuk sederhana yang nyaris tak layak huni.
Meski zaman terus berkembang, kehidupan Nenek Sawinah jauh dari kata layak. Ia bertahan hidup dalam keterbatasan yang sudah ia jalani selama puluhan tahun bersama almarhum suaminya. Kondisinya semakin memprihatinkan ketika suami yang menjadi satu-satunya pendamping hidupnya meninggal dunia.
Kini, perempuan sepuh itu hanya bisa pasrah dan menerima keadaan, menjalani hari-hari dengan ikhlas di tengah segala kesulitan hidup yang menjeratnya.
Kondisi Nenek Sawinah mendapat perhatian dari Camat Negeri Agung, Hepi Haryanto, S.E, yang langsung mengunjungi kediaman sang nenek pada Rabu (03/12/2025) pagi.
Dalam keterangannya melalui sambungan WhatsApp, Hepi mengajak masyarakat untuk lebih peka dan peduli.
“Mari kita selalu berbuat kebaikan. Bersyukur itu bukan diukur dari seberapa banyak yang kita dapatkan, tetapi bagaimana kita berbagi dan mensyukuri segala keadaan,” ujar Camat Negeri Agung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemerintah setempat telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada Nenek Sawinah, berupa beras, makanan siap konsumsi, hingga uang tunai.
Meski demikian, kondisi tempat tinggal dan kehidupan kesehariannya masih mengisyaratkan perlunya perhatian lebih serius baik dari pemerintah maupun elemen masyarakat agar perempuan lansia tersebut dapat hidup dengan lebih layak.









