Trenggalek, (Tabloidpilarpost.com), Kepala Dinkes Trenggalek Sunarto mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk di Trenggalek Dinkes mencatat pada bulan Januari sekitar 56 kasus DBD, February 108 kasus dan bulan Maret 60 kasus.
“Sebenarnya kalau dilihat trennya untuk bulan Maret ini sudah mulai turun, tapi tetap harus waspada karena masih ditemukan kasus-kasus DBD,” ungkapnya, Minggu (24/3).
Kasus DBD terbanyak, tersebar di wilayah Puskesmas karangan dan wilayah Puskesmas Pogalan terutama Puskesmas Ngulan Kulon.
“Salah satu penyebab meledaknya kasus DBD, karena nyamuk Aedes Aegypti punya siklus perkembangbiakan puncak setiap 5 tahun dan 3 tahun dan saat ini kita sedang melewati siklus yang 5 tahunan”, kata Sunarto.
Yang memperparah situasi tersebut adalah pemberantasan jentik nyamuk di rumah-rumah warga yang belum optimal sehingga memperbesar potensi penularan penyakit.
“Tapi alhamdulilah tidak sampai ada kasus yang meninggal dunia. Semua bisa dirawat dengan baik,” ucap Sunarto.
Sunarto menambahkan, mayoritas penyebab pasien DBD meninggal dunia adalah karena keterlambatan membawa ke fasilitas kesehatan. Namun dalam beberapa tahun terakhir kematian akibat DBD cukup terkendali, hanya tahun 2023 saja ada satu kasus pasien meninggal dunia akibat DBD masyarakat tidak menyadari bahwa pasien tersebut terserang BPD (d)









