Jakarta,(tabloidpilarpost.com) — Harga beras di sejumlah daerah di Indonesia kembali mengalami kenaikan sejak awal November 2025. Berdasarkan pantauan di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras medium kini berada di kisaran Rp13.200 hingga Rp14.000 per kilogram, naik sekitar 5 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan harga beras ini terjadi di beberapa provinsi, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat. Pemerintah menilai kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil padi akibat cuaca ekstrem dan mundurnya masa panen di sejumlah wilayah.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyiapkan langkah stabilisasi harga.
“Mulai pekan ini kami gelar operasi pasar serentak di 38 provinsi. Tujuannya menekan harga agar tetap terjangkau masyarakat,” ujarnya, Jumat (7/11).
Selain operasi pasar, pemerintah juga mempercepat penyaluran bantuan pangan beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk menjaga daya beli masyarakat.
- Ekonom pangan dari IPB, Hermanto Siregar, menilai kebijakan operasi pasar perlu diimbangi dengan percepatan distribusi logistik dan peningkatan stok cadangan beras pemerintah. “Jika tidak diimbangi pasokan yang kuat, kenaikan harga bisa terus berlanjut hingga akhir tahun,” katanya”.









