MAKASSAR, (Tabloidpilarpost.com), Setahun Pandemi telah berlalu, aktivitas sekolah semasa pandemi kurang efektif, kegiatan EksKul pasti berkurang, artinya selama setahun pandemi berlalu tidak ada perubahan pada sekolah tersebut menjadi tanda tanya besar.

Inilah yang terjadi di SMP Neg 18 Makassar tidak adanya perubahan yang signifikan di sarana dan prasarana termasuk pekerjaan taman dan rehab toilet yang anggarannya mencapai Rp. 33 Juta dimana kedua belah pihak telah sepakat antara kepsek dan rekanan.

Setelah dikonfirmasi memang benar pekerjaan taman terhenti dimana pengerjaannya sudah 90% dan biayanya masih ditanggung oleh Rekanan tersebut. Pekerjaan tersebut berhenti di akibatkan habisnya anggaran pribadi milik rekanan, setelah itu rekanan mencoba meminta sedikit anggaran untuk menyelasaikan pekerjaan tersebut kepada Bendahara SMP Neg 18 Makassar, tapi ternyata Bendahara mengatakan dana kas kosong dan tidak tahu tentang anggaran taman dan toilet tersebut, ujar Bendahara SMP Neg 18 Makassar.

Kemudian rekanan mencoba menghubungi Guntur Kepala Sekolah SMP Neg 18 Makassar melalui Via telfon dan Whatsap tapi tidak ditanggapi dan tidak ada respon oleh Guntur Kepsek SMP Neg 18 yang dikenal sebagai Sekolah doe dan pernah kedapatan melakukan PUNGLI ( PUNGUTAN LIAR ) melalui wakilnya bidang kesiswaan pak Musakkar atas perintah atasannya yaitu guntur Kepala Sekolah SMP Neg 18 Makassar.

Dengan adanya temuan ini kami akan Laporkan GUNTUR Kepsek SMP Neg 18 Makassar ke aparat yang berwenang Yaitu Kejaksaan Negeri Makassar.
(Erwin Tpp/Sdj Tpp)
![]()









